Faq Pertanyaan & Jawaban ⠀
Faq Pertanyaan & Jawaban
Bagaimana pengobatan TBC RO?
+

TBC RO tidak dapat diobati dengan obat TBC biasa, dan harus menggunakan obat lain yang disebut Obat Anti TBC lini 2 (OAT lini 2) Pengobatan TBC RO lebih lama dari TBC biasa, yaitu 9 – 24 bulan Pengobatan TBC RO di Indonesia saat ini menggunakan paduan tanpa obat suntik, yang terbagi menjadi dua, yaitu : Paduan Pengobatan Jangka Pendek (9 – 11 bulan) Paduan Pengobatan Jangka Panjang (18 – 20 bulan) Penentuan paduan pengobatan pasien TBC RO ditentukan oleh klinisi berdasarkan pada berbagai kriteria dan kondisi pasien.

Bagaimana cara memastikan seseorang sakit TBC RO
+

Dahak seorang terduga TBC RO harus diperiksa dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) , Biakan, dan Uji Kepekaan Obat.

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena TBC RO?
+

Pasien TBC gagal pengobatan dengan OAT kategori 2 Pasien TBC pengobatan OAT kategori 2 yang tidak konversi. Pasien TBC yang mempunyai riwayat pengobatan TBC tidak standar atau menggunakan kuinolon dan obat suntik lini kedua selama minimal 1 bulan Pasien TBC gagal pengobatan dengan OAT kategori 1 Pasien TBC pengobatan kategori 1 yang tidak konversi Pasien TBC kasus kambuh setelah pengobatan OAT kategori 1 ataupun kategori 2 Pasien TBC yang kembali setelah putus berobat Terduga TBC yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien TBC RO Pasien ko-infeksi TB-HIV yang tidak responsif secara klinis maupun bakteriologis terhadap pemberian OAT (bila penegakan diagnosis TB di awal tidak menggunakan TCM).

Bagaimana seseorang dapat terkena TBC RO?
+

Pernah sakit TBC sebelumnya, lalu diobati tapi tidak sampai 6 bulan atau sampai dinyatakan sembuh, karena pasien menghentikan sendiri pengobatan. Pernah sakit TBC sebelumnya tapi diobati dengan obat anti TBC yang tidak tepat. Gangguan penyerapan obat. Tertular dari pasien TBC RO (menular lewat udara saat pasien TBC RO batuk atau bersin).

Apa itu TBC Resistan Obat?
+

TBC Resistan Obat (TBC RO) atau TBC kebal obat adalah TBC yang sudah tidak dapat diobati dengan pengobatan TBC biasa (OAT lini 1). Gejalanya sama dengan TB biasa, namun kuman penyebabnya sudah kebal obat.

Bagaimana apabila pengobatan TBC tidak dilakukan hingga tuntas?
+

Pengobatan TBC harus lengkap dan teratur sesuai petunjuk sampai dinyatakan sembuh. Bila pasien berhenti menelan obat sebelum selesai pengobatan akan berisiko: Penyakit tidak sembuh dan tetap menularkan ke orang lain Penyakit bertambah parah dan bisa berakibat kematian Kuman menjadi kebal/tidak mempan terhadap obat anti TBC lini pertama. Pasien ini disebut TBC RO (Resistan Obat) atau kebal obat. Pasien ini membutuhkan penanganan yang lebih mahal dan waktu yang lebih lama.

Adakah efek samping dari obat-obat TBC?
+

EFEK SAMPING RINGAN Warna kemerahan pada air seni (urin) Mual, sakit perut Nyeri sendi Kesemutan sampai dgn rasa terbakar di kaki EFEK SAMPING BERAT Gatal dan kemerahan pada kulit Gangguan pendengaran Gangguan penglihatan Gangguan keseimbanagan/ limbung Kuning pada mata atau kulit tanpa penyebab lain Gelisah dan muntah-muntah Bintik-bintik kemerahan pada kulit dan syok

Siapa saja yang dapat menjadi PMO?
+

PMO adalah Seseorang yang secara sukarela membantu pasien TBC dalam masa pengobatan hingga sembuh Kriteria PMO: Sehat jasmani dan rohani serta bisa baca tulis Bersedia membantu pasien dengan sukarela Tinggal dekat dengan pasien Dikenal, dipercaya dan disegani oleh pasien Disetujui oleh pasien dan petugas kesehatan Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien

Bagaimana pengobatan TBC?
+

Pasien dengan sakit TBC diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang lengkap/standar Lama pengobatan 6 bulan, yang di bagi dalam 2 tahap: Tahap Awal (2 bulan) dengan minum obat setiap hari Tahap Lanjutan (4 bulan) seharusnya obat diberikan setiap hari (dosis harian), namun juga dapat diberikan 3 x seminggu (dosis intermitan) Minum obat di depan Pengawas Menelan Obat (PMO)

Bagaimana memastikan seseorang terkena TBC?
+

Seseorang yang memiliki gejala TBC (terduga TBC) dapat melakukan pemeriksaan dahak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (baik puskesmas maupun rumah sakit) Pemeriksaan dahak dilakukan dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) TBC.

Apa saja gejala yang dialami oleh penderita TBC?
+

Batuk yang berlangsung lama (3 minggu atau lebih) Batuk biasanya disertai dengan dahak atau batuk darah Nyeri dada saat bernapas atau batuk Berkeringat di malam hari Hilang nafsu makan Penurunan berat badan Demam dan menggigil Kelelahan

Siapa saja orang yang berisiko tinggi terkena TBC?
+

Orang-orang yang kontak erat dengan pasien TBC yang belum diobati Orang yang status gizinya rendah Orang dengan daya tahan tubuh rendah Bayi dan anak-anak yang kontak erat dengan pasien TBC BTA positif Orang dengan HIV/AIDS

Bagaimana cara mencegah penularan TBC?
+

Minum Obat Anti TBC (OAT) secara lengkap dan teratur sampai sembuh. Pasien TBC harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk. Tidak membuang dahak di sebarang tempat, tetapi dibuang pada tempat khusus dan tertutup. Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, antara lain: Menjemur alat tidur, Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk. Aliran udara (ventilasi) yang baik dalam ruangan dapat mengurangi jumlah kuman di udara. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman, Makan makanan bergizi, Tidak merokok dan minum minuman keras.

Bangaimana Cara Penularan TBC?
+

Bakteri TB yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum akhirnya terhirup oleh orang lain. Umumnya, penularan terjadi dalam ruangan di mana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan TBC adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita TBC, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas.

Apa saja jenis penyakit TBC?
+

TBC Paru Tuberkulosis yang menyerang jaringan paru TBC Ekstra Paru Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya: selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin, dll

Apa itu Tuberkulosis (TBC) ?
+

TBC merupakan penyakit menular langsung manusia ke manusia yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis Bukan disebabkan oleh guna-guna atau kutukan. Bukan penyakit keturunan. Dapat disembuhkan dengan berobat teratur sampai selesai, selama 6 bulan. TBC dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif dan bisa menyebabkan kematian bila tidak diobati.

Yang dimaksud diagnosa IMS secara Pendekatan Sindrom adalah:
+

Pendekatan yang menggunakan algoritma/Bagan Alur berdasarkan sindrom (gejala dan tanda klinis pasien) untuksampai pada keputusan pengobatan, dengan menggunakan antibiotik yang sesuai

Perilaku berisiko yang memudahkan penularan IMS?
+

1.Berhubungan seks dengan penderita IMS, 2. Ganti-ganti pasangan seks, 3. Hubungan seks secara anal/dubur

Jenis penyakit Kencing Nanah disebabkan oleh bakteri apa?
+

Kencing Nanah/GO (Gonnorhoe) disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae

Gejala IMS pada laki-laki?
+

1. Kencing sakit/panas, 2. Anyang2an, 3.Luka di kemaluan nyeri/tidak, 4.Keluar cairan putih dari lubang kencing

Penyakit IMS adalah?
+

Kelompok penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks

Obat untuk menekan jumlah virus HIV agar tidak berkembang di tubuh od hiv adalah ?
+

ARV (Anti Retro Viral) --> yang diminum setiap hari dan seumur hidup

Bagaimana cara mengetahui seseorang sudah terinfeksi HIV?
+

Dilakukan pemeriksaan darah HIV (antibodi/antigen HIV)

Masa jendela artinya?
+

Tubuh seseorang telah terinfeksi HIV tetapi hasil test HIV masih negatif

Cara penularan HIV?
+

1. Hubungan seks beresiko, 2. Menggunakan jarum suntik bergantian, 3. Terpapar produk darah & organ tubuh, 4. Bumil od hiv ke bayi yg dikandungnya

Virus HIV di dalam tubuh terdapat di?
+

1. di Darah, 2. Cairan Sperma, 3.Cairan Vagina, 4. ASI

Sasaran yang diserang Virus HIV dalam tubuh adalah?
+

Sel darah putih (limfosit) yang berfungsi untuk kekebalan tubuh.

Apakah yang dimaksud dengan od hiv?
+

Orang dengan HIV

AIDS singkatan dari apa?
+

: A = Acquired (Didapat / ditularkan dari orang lain), I = Immune (Kekebalan tubuh), D = Deficiency (Penurunan / Kekurangan), S = Syndrome (Kumpulan Gejala & Tanda)

HIV singkatan dari apa?
+

H = Human (Manusia), I = Immuno deficiency (turunnya system kekebalan tubuh), V = Virus

Bagaimana Upaya pencegahan terhadap penyakit Antraks?
+

1. Tidak menyembelih dan mengkonsumsi hewan sakit atau mati mendadak 2. Segera lapor ke petugas kesehatan hewan jika menemukan hewan sakit atau mati mendadak 3. Mengubur bangkai hewan yang mati karena antraks. 4. Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan tercemar limbah hewan yang tertular antraks. 5. Memberi tanda pada tanah yang diduga mengandung spora antraks 6. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktifitas 7. Mengkonsumsi bahan makanan asal hewan yang dimasak dengan matang sempurna 8. Segera ke puskesmas jika sakit dengan gejala antraks dan pernah kontak dengan hewan yang diduga tertular antraks.

Tindakan Apa Yang Dilakukan Apabila Mejumpai Hewan di Duga Antraks ?
+

1. Segera lapor ke petugas dinas yang membidangi kesehatan hewan apabila menemukan hewan ternak yang sakit/ amati mendadak dengan gejala keluar lendir dan darah dari lobang hidung, mulut dan anus. 2. Segera pisahkan hewan ternak yang sehat dari yang sakit. 3. Tidak menyembelih hewan yang sakit.

BagaimanaPengobatanAntraks?
+

Pengobatan dengan memberikan antibiotika yang sesuai baik secara oral maupun suntikan. 1) Kasus ringan tanpa komplikasi (antraks kulit) Antibiotik diberikan selama 7-10 hari melalui oral disertai dengan pengobatan supportif. Ada pun pilihan antibiotik yang dapat digunakan sebagai berikut: • Amoksisiklin 3 x 500 mg atau • Ciprofloksasin 2 x 500 mg atau • Levofloksasin 1 x 500 mg atau • Moxifloksasin 1x 400 mg 2) Kasus moderat sampai berat (sistemik) Antraks kulit dengan gejala sistemik, antraks saluran cerna dan antraks saluran nafas. Antibiotik diberikan selama 7-10 hari melalui intravena disertai dengan pengobatan supportif. Ada pun pilihan antibiotik yang dapat digunakan sebagai berikut: • Inj Ciprofloksasin 400 mg setiap 8 jam atau • Inj Levofloksasin 750 mg setiap 24 jam atau • Inj Moxifloksasin 400 mg setipa 24 jam atau • Inj Meropenem 2 g setiap 8 Jam atau • Inj Imipenem 1 g setipa 6 Jam atau • Inj Doripenem 500 mg setiap 8 jam atau • Inj Vancomisin 60 mg/kg/ hari, terbagi setiap 8 jam Alternatif lain adalah pemberian Inj Penisillin G 4 jt setiap 4 jam atau Inj Ampisillin 3 g setiap 6 jam • Clindamisin 900 mg setiap 8 jam atau • Linezolid 600 mg setiap 12 jam atau • Doksisiklin 200 mg dosis awal, diteruskan 100 mg setiap 12 jam atau • Rifampin 600 mg setiap 12 jam 3) Antraks meningitis (Meningitis anthrax) Antibiotik diberikan selama 2 - 4 minggu atau sampai pasien stabil secara klinis secara intravena disertai dengan pengobatan supportif. Ada pun pilihan antibiotik yang dapat digunakan sebagai berikut: • Inj Ciprofloksasin 400 mg setiap 8 jam atau • Inj Levofloksasin 750 mg setiap 24 jam atau • Inj Moxifloksasin 400 mg setiap 24 jam + • Inj Meropenem 2 g setiap 8 Jam atau • Inj Imipenem 1 g setiap 6 Jam atau • Inj Doripenem 500 mg setiap 8 jam

ApaTanda – Tanda Antraks pada Hewan ?
+

Tanda antraks pada hewan berlangsung akut (cepat), tanda – tanda yang terlihat antara lain demam, gigi gemerutuk, hewan terlihat gelisah, sesak nafas, terjadi pembengkakan pada leher, dada dan perut, keluar darah berwarna kehitaman dan encer dari lubang – lubang tubuh, pada beberapa terjadi kematian mendadak tanpa menunjukan tanda.

Apa Gejala Klinis Penderita Antraks pada Manusia?
+

1. Antraks Kulit Gejala yang paling sering ditemukan di Indonesia sekitar 95 %. Gejala awal berupa bentol – bentol kecil berwarna merah, 1 – 3 hari kemudian akan membentuk benjolan berisi cairan berwarna merah/ darah, benjolan pecah membentuk tukak berwarna hitam ditengahnya (eschar). Eschar merupakan gejala yang patognomonis (khas) pada antraks. 2. Antraks Saluran Pencernaan Radang pada kerongkongan atau gastrointestinal, sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, demam, gangguan menelan, mual, muntah, diare, muntah darah, berak darah, ascites. 3. Antraks Saluran Pernafasan Demam, Lesu, batuk kering dan berkembang menjadi sesak nafas, jantung berdebar – debar, cyanosis. 4. Antraks meningitis Terjadi karena komplikasi dari antraks kulit atau saluran pencernaan atau saluran pernafasan yang terlambat diobati sehingga menjalar ke selaput otak. Gejalanya demam, kaku kuduk saat leher di dorong kedepan, tidak dapat meluruskan tungkai dengan sempurna, nyeri kepala hebat, kejang – kejang, penurunan kesadaran.

ada berapa jenis antraks ?
+

1. Antraks Kulit Terjadi karena kontak langsung seperti memegang, menyembelih, mengolah daging dari hewan yang sakit atau mati akibat antraks, atau kontak dengan spora saat mengolah tanah yang mengandung spora antraks. 2. Antraks Saluran Pencernaan Terjadi karena mengkonsumsi daging hewan yang sakit/ mati karena antraks yang tidak dimasak dengan matang. 3. Antraks Saluran Pernafasan Terjadi karena menghirup spora antraks. Biasanya terjadi pada pekerja yang mengolah bahan produk asal hewan (bulu/wol) dan kejadian bioterorisme.

Siapa Kelompok Rentan/Berisiko Tertular Antraks ?
+

Yang rentan/berisiko tertular Antraks adalah orang-orang yang karena pekerjaannya mempunyai kontak dengan faktor risiko sumber penularan. Kelompok pekerjaan utama yang berisiko yaitu, peternak, petaniataupekerjaperkebunan, pekerja pemotongan hewan, pengolah daging, Pekerja pengolah produk asal hewan, petugas laboratorium, tenaga kesehatan dll

Bagaimana Cara Penularannya?
+

Manusia dapat tertular antraks melalui cara yaitu : 1. Mengkonsumsi daging dari hewan yang sakit atau mati mendadak akibat antraks 2. Terhirup udara yang mengandung spora antraks 3. Tertular langsung dari tanah atau lingkungan pada saat mengolah tanah yang mengandung spora antraks atau tertular spora antraks pada saat memotong hewan yang sakit atau mati mendadak akibat antraks. Spora masuk melalui kulit yang lecet atau luka 4. Di Afrika dilaporkan manusia bisa tertular antraks melalui lalat yang hinggap pada hewan mati akibat antraks. 5. Melalui jarum suntik, biasanya terjadi pada pengguna narkoba (di Indonesia belum pernah dilaporkan) Masa inkubasi sekitar 1 – 7 hari, umumnya 2 – 5 hari sejak terpapar bakteri antraks.

HewanApa Yang Dapat Menularkan (Rentan) Antraks?
+

Sapi, Kambing, Kerbau, Domba, Kuda, Babi dan Burung Unta.

Etiologi Antraks?
+

Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang memiliki kemampuan membentuk kapsul dan menghasilkan racun yang bisa menyebabkan kematian pada hewan maupun manusia. Bakteri yang keluar dari tubuh hewan yang sakit akan berubah menjadi bentuk spora dengan cara membuat pelindung yang tahan terhadap cuaca panas atau dingin sehingga akan bertahan dilingkungan (tanah) selama puluhan tahun.

Apa itu Penyakit Antraks?
+

Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri berbentuk basil (batang) atau spora spesies Bacillus anthracis yang pathogen, yang menyerang hewan dan manusia.

Untuk mencapai target tersebut strategi atau program apa yang dilakukan?
+

Untuk mencapai target tersebut terdapat 4 strategi yaitu Advokasi dan sosialisasi eradikasi frambusia dengan kegiatan 1 Melakukan advokasi terutama daerah-daerah yang masih terdapat kasus. Peningkatan kompetensi tenaga Kesehatan terintegrasi Sosialisasi kerja sama LP/PS dan masuarakat. Penebaran media KIE 2 Peningkatan PHBS Promosi PHBS terintegrasi Pengengendalian faktor risiko penularan dan penyebaran media KIE 3 POPM frambusia baik total dan kasus kontak Kegiatan POPM baik total penduduk pada daerah endemis dan POPM kasus kontak pada daerah yang ditemukan kasus konfirmasi frambusia 4 Memperkuat sistem surveilans. Penguatan penemuan kasus terutama kasus anak < 15 tahun dengan tracing anak-anak sekolah dasar.] Percepatan sertifikasi bagi seluruh kab/kota.

Bagaimana target dan situasi Frambusia di indonesia ?
+

Target dan Kesepakatan Regional dan global dan nasional Indonesia harus eradikasi frambusia dengan seluruh kabupaten/kota tersertipikasi bebas frambusia tahun 2021 capaian sertifikasi kabupaten/kota bebas frambusia baru berjumlah 55 kab/kota. Kasus frambusia terlaporkan menunjukan penurunan yang cukup cepat dan terpusat di 4 provinsi yaitu Papua, Papua barat, NTT dan Maluku Utara dimana kasus terakhir terlaporkan 167 kasus dengan kasus terbanyak di papua barat.

Bagaimana PENETAPAN diagnosa FRAMBUSIa dan pengobatannya?
+

Penetapan diagnose dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu Pemeriksaan klinis Beberapa kondisi dapat membantu menetapkan diagnose klinis frambusia : Umur penderita (frambusia banyak terjado pada anak berumur kurang dari 15 tahun) Gejala klinis berupa lesi pada kulit/tulang sesuai dengan stadium perkembangan frambusia Ciri dan lokasi lesi terjadi di tungkai, kaki, pergelangan kaki bisa juga terjadi di lengan dan muka. Pemeriksaaan penunjang Berdasarkan pemeriksaan klinis dapat ditetapkan kasus suspek, probable atau bukan kasus frambusia. Kasus suspek dan probable perlu dilakukan pengujian serologi (RDT) untuk kepastian diagnosis. Jika hasil klinisnya tidak khas namun RDT positif dilanjutkan dengan pemeriksaan Rapid Plasma Reagen/ RPR test untuk membuktikan apakah pemularan masih terus berlangsung Kasus frambusia yang telah ditetapkan diberikan obat azitromisin 30 mg/KgBB single dose (max 2 gr/4 tablet).

Apa itu penyakit FRAMBUSIA dan bagaimana PENULARANNYA ?
+

Frambusia atau dalam beberapa bahasa daerah disebut patek, puru, buba, pian, parangi, ambalo adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue yang hidup di daerah tropis. Bakteri Frambusia berbentuk spiral dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop lapangan gelap menggunakan metode fluoresensi.

Bagaimana target dan situasi kusta di indonesia ?
+

Kementerian Kehatan menetapkan target Indonesia eliminasi kusta begitu juga provinsi dan kabupaten/kota dengan indikator capaian berupa angka prevalensi < 1/10.000 penduduk. Indonesia telah mencapai target eliminasi kusta tingkat nasional pada tahun 2000 sesuai target eliminasi kusta tingkat global. Ditingkat provinsi tahun 2021 masih terdapat 6 provinsi yang belum eliminasi yaitu Gorontalo, Suawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dan ditingkat kabupaten/kota masih terdapat 101 kabupaten/kota yang belum eliminasi kusta.

Apa itu penyakit kusta dan bagaimana bisa menular ?
+

Kusta adalah penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Sampai saat ini hanya manusia satu-satunya yang dianggap sebagai sumber penularan walaupun kuman Mycobacterium leprae dapat hidup pada armadillo, simpanse, dan pada telapak kaki tikus yang tidak mempunyai kelenjar thymus (athymic nude mouse). Mempunyai masa inkubasi rata-rata 2-5 tahun, akan tetapi dapat juga bertahun-tahun. Penularan terjadi apabila Myobacterium leprae yang utuh (hidup) keluar dari tubuh Penderita Kusta dan masuk ke dalam tubuh orang lain. Masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan bagian atas dan kontak kulit yang lama. Manusia merupakan satu-satunya pejamu kuman Mycobacterium leprae Faktor kekebalan tubuh berperan pada terjangkitnya Kusta, sehingga pada kondisi manusia dengan kekebalan tubuh yang rendah akan mudah terinfeksi. Kusta tidak gampang tertular dari 100 orang yang terpapar hanya 5% orang yang dapat tertular lebih dari 60% dari 5 % yang terpapar dapat sembuh sendiri.

UPAYA APA SAJA YANG DILAKUKAN DALAM PENCAPAIAN REDUKSI CACINGAN?
+

Penyediaan SOP Pelaksanaan POPM Cacingan di Masa Pandemi Covid-19 Pelaksanaan POPM terintegrasi dengan program kesehatan lainnya seperti Posyandu dan menyesuaikan dengan kondisi terkini masing-masing daerah yang terdampak Covid-19 Pemenuhan ketersediaan obat, logistik, anggaran di Kab/Kota yang melaksanakan POPM dan survei evaluasi prevalensi cacingan Penguatan keterlibatan jejaring kader dan guru pada pelaksanaan POPM di SD/MI sederajat Penyebarluasan media KIE secara elektronik maupun cetak sesuai dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN REDUKSI CACINGAN?
+

Masih adanya kabupaten/kota yang belum melaksanakan POPM Cacingan termasuk untuk daerah yang sudah selesai POPM Filariasis 5 Tahun Keterbatasan anggaran pelaksanaan POPM Cacingan karena refocusing ditingkat pusat dan daerah Aksesibilitas pelaksanaan pemberian obat pada kelompok sasaran anak sekolah menjadi terbatas karena tidak adanya pembelajaran tatap muka Faktor keamanan pada daerah tertentu yang mengakibatkan penundaaan pelaksanaan

APA SAJA PROGRAM PENGENDALIAN CACINGAN?
+

Peningkatan promosi kesehatan melalui edukasi tentang PHBS dan bahaya cacingan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan dengan menggunakan Albendazol pada anak usia 1-12 tahun setahun sekali dengan target cakupan >75% Khusus Kabupaten/Kota dengan intervensi stunting pelaksanaan POPM dilaksnakan setahun dua kali dengan jarak waktu pelaksanaan 6 bulan Pemberian obat cacing pada trimester kedua usia kehamilan pada bumil yang hasil pemeriksaan cacingannya positif telur cacing Pemeriksaan cacingan pada ibu hamil dengan gejala anemia yang tidak membaik setelah pemberian Fe Penanganan kasus cacingan di Fasyankes Survei evaluasi untuk mengetahui prevalensi Cacingan setiap Kab/Kota

Bagaimana SITUASI CACINGAN di Indonesia pada saat ini?
+

Target dalam pengendalian cacingan di Indonesia adalah reduksi/penurunan prevalensi cacingan di setiap Kabupaten/Kota menjadi < 10% Berdasarkan survey yang pernah dilakukan (baseline), diketahui Prevalensi Cacingan secara nasional adalah 28,12%. Pada tahun 2018 hingga tahun 2021 telah dilaksanakan evaluasi prevalensi di 109 Kab/Kota, dan ternyata masih ada 23 Kab/kota yang prevalensinya masih diatas 10%.

APAKAH GEJALA DARI CACINGAN?
+

Anemia Berat badan menurun, Nyeri perut, mual, muntah Diare Sulit konsentrasi Malnutrisi Keluar cacing dari dubur atau mulut

Cacing Apa saja YANG TERMASUK DALAM STH TERSEBUT?
+

Terdapat beberapa species cacing yaitu Ascaris lumbricoides (cacing gelang) Trichuris trichiura (cacing cambuk) Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (cacing tambang)

Apa itu CACINGAN?
+

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths/STH), dimana dalam siklus hidupnya memerlukan tanah yang sesuai untuk berkembang menjadi bentuk infektif

UPAYA APA SAJA YANG DILAKUKAN DALAM PENCAPAIAN TARGET ELIMINASI FILARIASIS?
+

Penyediaan SOP Pelaksanaan POPM Filariasis di Masa Pandemi Covid-19 Advokasi dalam meningkatkan peran pemerintah daerah, lintas program, lintas sektor di masing-masing Kab/Kota endemis untuk penanggulangan filariasis Pemenuhan ketersediaan obat, logistik, anggaran di Kab/Kota yang melaksanakan POPM, survei evaluasi dan tata laksana kasus kronis Filariasis Percepatan pada daerah yang gagal dalam salah satu tahap eliminasi atau yang masih kurang putaran POPM dengan menggunakan regimen IDA (ivermectine, DEC dan Albendazole) Peningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam melaksanakan POPM dengan regimen IDA (Ivermectine, DEC dan Albendazole) Penyebarluasan media KIE secara elektronik maupun cetak yang menyesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing masing.

FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN TARGET ELIMINASI FILARIASIS?
+

Dari hasil analisa situasi, secara nasional kegiatan POPM baru akan selesai dilaksanakan di tahun 2027, dan surveilans pasca POPM selesai dilaksanakan di tahun 2032. Hal yang mempengaruhi antara lain : Penundaan POPM, evaluasi pasca POPM Filariasis (Pre TAS) dan survey evaluasi penularan Filariasis (transmission assessment survey) yang dikenal dengan nama TAS karena adanya pembatasan sosial skala besar akibat pandemi covid . Terdapat kab/kota yang dalam pelaksanaan POPM tidak berhasil mencapai cakupan efektif pengobatan (>65%) sehingga tidak bisa masuk tahap selanjutnya Ada kab/kota yang mengalami gagal evaluasi Pre TAS dan TAS, sehingga harus melaksanakan POPM minimal 2 tahun kembali. Faktor keamanan pada daerah tertentu yang mengakibatkan penundaaan pelaksanaan pengendalian filariasis Refocusing anggaran pencegahan dan pengendalian Filariasis di Pusat dan Daerah

Bagaimana status filariasis di Indonesia pada saat ini?
+

Berdasarkan data Januari 2022 diketahui dari 236 Kab/Kota endemis: 32 Kab/Kota telah mendapatkan sertifikat eliminasi filariasis dari Menteri Kesehatan. 25 Kab/Kota terjadwal melakukan POPM (Pemberian Obat Pencegahan Massal) Filariasis 179 Kab/Kota berada pada tahap survey evaluasi pasca POPM Filariasis dan survei penularan Filariasis

APAKAH GEJALA DARI FILARIASIS?
+

Tahap awal: Demam berulang Benjolan dan nyeri pada lipat paha atau ketiak tanpa ada luka Tahap lanjut (kronis): Pembesaran yang hilang timbul pada kaki, tangan, kantong buah zakar, payudara & alat kelamin wanita, yang bisa menyebabkan kecacatan menetap

Cacing Apa saja penyebab filariasis?
+

Terdapat 3 species cacing filaria di Indonesia yaitu Wuchereria bancrofti Brugia malayi Brugia timor

Apa itu FILARIASIS?
+

Filariasis atau yang dikenal juga dengan nama Penyakit Kaki Gajah adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyerang saluran dan kelenjar getah bening.

Bagaimana penanganan orang yang dicurigai menderita Flu Burung?
+

Bila terdapat gejala seperti flu burung, segera lapor ke pelayanan kesehatan terdekat. Selain itu lapor ke dinas yang membidangi kesehatan hewan untuk dapat segera dilakukan pemeriksaan ungags yang sakit/mati

Bagaimana Pencegahan Penyakit Flu Burung?
+

Pada Unggas: 1) Pemusnahan unggas / burung yang terinfeksi flu burung 2) Vaksinasi tertarget pada peternakan yang intensif atau peternakan komersial 3) Jaga kebersihan kandang dengan air sabun atau desinfektan, unggas selalu dikandangkan dan jauhkan kandang unggas dengan rumah tinggal b. Pada Manusia : 1) Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) a) Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. b) Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung c) Menggunakan alat pelindung diri, misalnya dengan : masker dan pakaian kerja d) Meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja. e) Membersihkan kotoran unggas setiap hari. 2) Masyarakat umum a) Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup. b) Tidak memelihara unggas di lingkungan perumahan/pemukiman c) Apabila masih ada yang memelihara unggas, sebaiknya : jaga kebersihan kandang dengan air sabun atau desinfektan, unggas selalu dikandangkan dan jauhkan kandang unggas dengan rumah tinggal d) Hindari kontak langsung dengan : Unggas yang sakit/mati, Kotoran Unggas, jika harus kontak pergunakan penutup hidung dan sarung tangan e) Bila ada unggas yang mati mendadak segera lapor ke RT/RW atau petugas peternakan/kesehatan f) Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu : 1. Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya). 2. Memasak daging ayam sampai dengan suhu kurang lebih 80o C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu kurang lebih 70o C selama 5 menit.

Dimana Area yang Berisiko Terjangkit Penyakit Flu Burung?
+

Di Indonesia Flu Burung pada manusia pertama kali diinformasikan secara laboratorium pada awal bulan Juli 2005 dari Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten degan jumlah penderita konfirmasi H5N1 2 orang dan 1 probabel, semua meninggal dunia. Awal sakit (onset) kasus tersebut pada akhir Juni 2005, dan merupakan kasus klaster pertama di Indonesia. Sampai akhir September 2017 penderita FB telah tersebar di 15 Provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, D.I. Yogyakarta, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat) yang meliputi 59 kabupaten/kota. Secara kumulatif jumlah kasus Flu Burung di Indonesia mulai 2005 hingga 2021 sebanyak 200 kasus konfirmasi dengan 168 kematian (CFR 84%). Pada periode 2015 sampai 2021 hanya dilaporkan 3 kasus. Jika dibandingkan dengan periode 2010 – 2014 sebanyak 37 kasus. Kasus konfirmasi Flu Burung terakhir terjadi Bulan September 2017 di Kabupaten Klungkung – Bali, namun demikian kasus Flu Burung pada ungas masih dilaporkan oleh Kementerian Pertanian di beberapa wilayah di Indonesia, ha ini merupakan potensi terjadi penularan kepada manusia

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Flu Burung?
+

Infeksi virus Influenza H5N1 dapat didiagnosis bersamaan dengan riwayat gejala klinis dan melalui uji tes. Tes utama yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis virus influenza H5N1 dengan menggunakan PCR (Polimerase Chain Reaction). Alat ini untuk memastikan adanya virus Influenza A subtipe H5N1. Metode ini masih jarang digunakan pada hewan. Uji ini sebenarnya sensitif dan akurasinya tinggi, tetapi mungkin karena membutuhkan biaya mahal, sehingga masih jarang dipergunakan. Pada manusia, selain pemeriksaan laboratorium diatas, ada pula pemeriksaan laboratorium yang meliputi : 1. Pemeriksaan darah lengkap meliputi pemeriksaan Hb, hitung jenis leukosit, hitung total leukosit, trombosit, laju endap darah, albumin, globulin, SGPT, SGOT, ureum, kreatinin, serta analisa gas darah. 2. Pasien pemeriksaan mikrobiologi meliputi Rapid test, ELISA, dan pemeriksaan antigen (HI, IF/FA). 3. Foto Toraks.

Bagaimana Flu Burung dapat Menginfeksi Hewan?
+

1. Kontak langsung unggas yang terinfeksi flu burung dengan unggas yang peka. 2. Melalui feses (kotoran) unggas yang terserang flu burung. 3. Melalui lendir yang keluar dari hidung dan mata. 4. Melalui udara. 5. Melalui perdagangan unggas. 6. Melalui makanan dan minum yang terkontaminasi.

Bagaimana Seseorang dapat Tertular Penyakit Flu Burung?
+

1. Sumber Penularan - Binatang : Kontak langsung dengan unggas atau binatang lain yang sakit atau produk unggas yang sakit - Lingkungan : udara atau peralatan yang tercemar virus tersebut baik yang berasal dari tinja atau secret unggas yang terserang Flu Burung (H5N1) - Manusia : penularan antar manusia sangat terbatas - Makanan : mengkonsumsi produk unggas mentah atau yang tidak dimasak dengan sempurna diwilayah yang dicutigai atau dipastikan terdaat hewan atau manusia terinfeksi H5N1 dalam satu bulan terakhir. 2. Cara Penularan - Melalui percikan (droplet transmission), merupakan cara penularan utama. Percik respiratori berukuran besar (>5µm) yang dikeluarkan pada saat pasien batuk/bersin/bicara. Jangkauan percik ini < 1 meter. - Melalui kontak (contact transmission), dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. - Melalui udara (airborne transmission). Selain percik berukuran besar, pasien juga menyebarkan percik renik (droplet nuclei) berukuran < 5 µm yang dapat melayang jauh (airborne).

Berapa Lama Masa Inkubasi Penyakit Flu Burung?
+

Masa inkubasi rata-rata adalah 3 hari (1-7 hari). Masa infeksius pada manusia adalah 1 hari sebelum, sampai 3-5 hari setelah gejala timbul dan pada anak dapat sampai 21 hari.

Bagaimana Gejala Penyakit Flu Burung?
+

Pada umumnya gejala klinis Flu Burung (H5N1) mirip dengan flu biasa, yang sering ditemukan adalah Demam (suhu badan diatas 380 C), batuk dan nyeri tenggorokan. Gejala lain yang dapat ditemukan adalah sakit kepala, nyeri otot, infeksi selaput ,ata, diare atau gangguan saluran cerna. Gejala sesak nafas menandai kelainan saluran nafas bawah yang dapat memburuk dengan cepat.

Apa itu Penyakit Flu Burung?
+

Suatu penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A subtipe H5N1 yang dapat menular dengan cepat, menimbulkan kematian yang tinggi, dan dalam perkembangannya dapat menular dari unggas ke manusia.

Apa Manfaat Pencatatan dan Pelaporan dalam Layanan Rehidrasi Oral?
+

a. Memudahkan dalam mengelola informasi kegiatan di tingkat pusat, provinsi,dan kab/ kota. b. Memudahkan dalam memperoleh data untuk perencanaan dalam rangka pengem¬bangan tenaga kesehatan. c. Memudahkan dalam melakukan pembina¬an tenaga kesehatan d. Memudahkan dalam melakukan evaluasi hasil. Pencatatan dan pelaporan sebagaimana ter¬cantum dalam Buku Pedoman Manajemen Pengendalian Hepatitis, Diare, dan Infeksi Saluran Pencernaan meliputi : 1 puskesmas 2 kabupaten/kota 3 provinsi 4 nasional

Apakah Pencatatan dan Pelaporan Layanan Rehidrasi Oral Aktif perlu?
+

Ya, sangat perlu. Pencatatan dan pelaporan adalah salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan, tanpa ada pencatatan dan pelaporan kegiatan atau program apapun yang dilaksanakan tidak akan terlihat wujudnya.

Bagaimana Pelayanan penderita di Layanan Rehidrasi Oral Aktif?
+

• Setelah penderita diperiksa, tentukan diagnosis dan derajat dehidrasi di ruang pengobatan, tentukan jumlah cairan yang diberikan dalam 3 jam berikutnya dan bawa ibu/pengasuh ke LROA untuk menunggu selama diobservasi, serta: • Jelaskan manfaat oralit dan zinc, ajari ibu cara memberikan oralit dan zinc apabila diare, dan cara membuat larutan pengganti oralit apabila tidak mempunyai oralit kemasan. • Amati ibu/pengasuh saat memberikan oralit dan zinc • Pantau penderita secara periodik dan catat keadaannya (pada catatan klinik penderita diare rawat jalan) setiap 1-2 jam sampai dehidrasi pada penderita teratasi (3-6 jam). • Catat/hitung jumlah oralit yang diberikan Berikan zinc dengan dosis sesuai usia anak Bila diperlukan berikan obat lainnya, seperti penurun panas dan antibiotik apabila ada disentri atau kolera.

Jenis penyuluhan apa yang perlu di sampaikan LROA?
+

• Tentang diare, pencegahan dan penang-gulangannya, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, airyang memenuhi syarat kesehatan, jamban sehat, dan rumah sehat. • Memberikan demonstrasi tentang bagai¬mana mencampur larutan oralit dan bagaimana cara memberikannya • Menjelaskan tentang bagaimana cara mengatasi kesulitan dalam memberikan larutan oralit bila ada muntah. • Memberikan demonstrasi dan menjelaskan tentang pemberian zincdan cara mengatasi kesulitan • Memberikan dorongan pada ibu untuk memulai memberikan makanan pada anak atau ASI pada bayi (puskesmas perlu memberikan makanan pada anak yang tinggal sementara di fasilitas pelayanan). Mengajari ibu/pengasuh tentang bagaimana melanjutkan pengobatan selama anaknya di rumah dan menentukan indikasi kapan anaknya dibawa kembali ke fasyankes. • Petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan pada pengunjung puskesmas tentang pencegahan dan penanggulangan diare di rumah, dan kapan harus di bawa ke fasyankes.

Apakah sarana dan Prasarana Untuk Layanan Rehidrasi Oral Aktif
+

a. Sarana tenaga pelaksana: dokter atau paramedis terlatih b. Prasarana: 1. Tempat pendaftaran 2. Ruangan Ruangan dilengkapi dengan meja, ceret, oralit, zinc, gelas, sendok, lap bersih,sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, poster/leaflet/ lembar balik/sarana penyuluhan lainnya tentang diare dan penanganannya (tata laksana). 3. Lokasi Pilihan lokasi LRO (Layanan Rehidrasi Oral): a) Dekat ruang tunggu, ruang periksa, serambi/lobby yang tidak terlalu berdesakan dengan pengunjung puskesmas b) Dekat dengan toilet/kamar mandi c) Nyaman dan mempunyai ventilasi yang baik d) Di ruangan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) atau lainnya sesuai kondisi puskesmas. 4. Desain Desain LRO (Layanan Rehidrasi Oral) a) Sebuah meja untuk menyiapkan larutan oralit. b) Kursi atau bangku dengan sandaran, sehingga ibu/pengasuh dapat duduk dengan nyaman saat memangku anaknya. c) Sebuah meja kecil di mana ibu/ pengasuh dapat menempatkan gelas yang berisi larutan oralit. d) Oralit paling sedikit 1 kotak (100 bungkus). e) Gelas ukur f) Gelas. g) Sendok. h) Lembar balik yang dapat digunakan sebagai sarana penyuluhan, untuk menjelaskan kepada ibu/pengasuh bagaimana mengenali/mencegah dan menanggulangi anak dengan diare. i) Leaflet untuk di bawa pulang ke rumah. j) Selain itu, LRO sangat bermanfaat bagi ibu/pengasuh anak untuk belajar tentang upaya rehidrasi oral serta hal-hal penting lainnya, seperti pemberian ASI, pemberian makanan tambahan, penggunaan air bersih mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penggunaan jamban, imunisasi dan gizi, sehingga poster dan media KIE lainnya juga diperlukar^di LROA.

Apakah Fungsi Layanan Rehidrasi Oral Aktif?
+

a. Layanan Rehidrasi Oral Aktif berfungsi: Peningkatan pengetahuan, sikap dan pe¬rilaku masyarakat tentang diare, dan upaya pencegahan dan penanggulangannya. b. Promosi upaya rehidrasi oral dan pemberian zinc. c. Pemberian pelayanan bagi penderita diare (yang mengalami dehidrasi ringan- sedang), diobservasi di Layanan Rehidrasi Oral Aktif paling sedikit selama 3 jam; orang tua/pengasuh/keluarganya akan diajarkan bagaimana cara penyiapan oralit dan berapa banyak oralit yang harus diminum oleh penderita. Sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat tentang diare dan upaya pencegahan dan penanggulangannya

Apakah Strategi Layanan Rehidrasi Oral Aktif?
+

a. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan diare. b. Mendorong dan memfasilitasi pengem¬bangan potensi dan peran serta masyarakat dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang pencegahan pe¬nanggulangan diare. c. Meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam Melaksanakan Layanan Rehidrasi Oral Aktif. d. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui peningkatan sumber daya manusia, penguatan institusi, dan standarisasi pelayanan.

Apakah Kebijakan Layanan Rehidrasi Oral Aktif?
+

Kebijakan Layanan Rehidrasi Oral Aktif dalam tata laksana Diare: a. Layanan Rehidrasi Oral Aktif merupakan salah satu Sub Indikator kinerja pengen¬dalian diare di kabupaten/kota. b. Layanan Rehidrasi Oral Aktif di laksanakan di puskesmas sebagai upaya untuk me¬ningkatkan pengetahuan, sikap,dan perilaku masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan diare. c. Layanan Rehidrasi Oral Aktif dilakukan dengan cara observasi penderita diare.

Apakah Layanan Rehidrasi Oral Aktif itu?
+

Layanan Rehidrasi Oral Aktif (LROA) merupakan salah satu bentuk layanan di puskesmas yang didirikan sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan, serta membangun sikap dan perilaku positif masyarakat (orang tua, pengasuh anak, kader,anggota PKK, karang taruna, dan lain-lain) tentang diare, pecegahan dan penanggulangannya. Sedangkan Aktif, yaitu aktif memberikan layanan kepada orang tua/pengasuh Balita yang berkunjung ke puskesmas. Layanan Rehidrasi Oral dulu disebut Pojok Oralit.

Apakah yang dimaksud dengan tanda bahaya diare?
+

• Buang Air Besar (BAB) lebih sering • Muntah berulang • Mengalami haus yang nyata • Makan atau minum sedikit • Demam • Tinja berdarah • Tidak membaik dalam sehari.

Siapa yang berhak memberikan resep untuk antibiotik?
+

Resep antibiotik hanya bisa diberikan oleh dokter, di daerah terpencil dimana tidak ada dokter biasanya anti biotik diberikan oleh petugas kesehatan yang secara resmi telah diberikan wewenang dari yang berhak.

Apakah anak diare dapat diberikan anti muntah ?
+

Obat anti muntah tidak dianjurkan kecuali pada anak yang muntah hebat

Apakah anti diare boleh diberikan pada anak diare?
+

Tidak boleh, karena tidak ada manfaat, justru membahayakan pada saat terkena diare. Tubuh akan memberikan reaksi berupa peningkatan motilitas atau pergerakan usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun, anti diare akan menghambat gerakan tersebut sehingga kotoran yang seharusnya terbuang akan terhambat, di samping itu bisa menimbulkan efek samping yang membahayakan seperti: invaginasi.

Kenapa tidak boleh memberikan antibiotik pada setiap anak diare ?
+

Karena pemberian antibiotik yang tidak tepat disamping pemborosan biaya juga akan menyebabkan resistensi kuman, disamping itu juga bisa menyebabkan diare terkait penggunaan anti biotik (DTA/AAD)

Apakah setiap anak diare harus diberi antibiotik?
+

Tidak, karena tidak semua kasus diare memerlukan antibiotik kecuali ada indikasi seperti diare berdarah atau diare karena kolera.

Apakah anak diare diberi makan seperti biasa?
+

Ya, anak harus diberi makan seperti biasa dengan frekuensi lebih sering, lakukan hal ini sampai 2 minggu setelah anak berhenti diare.

Bila anak diare apakah ASI tetap diberikan?
+

Ya, ASI tetap diberikan, akan lebih baik bila anak diberikan ASI lebih banyak dari biasanya.

Apakah ASI menyebabkan diare?
+

Tidak, ASI tidak menyebabkan diare, ASI justru dapat mencegah diare. Bayi dibawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan ASI untuk mencegah diare dan meningkatkan sistim imunitas tubuh bayi.

Apakah anak diare perlu diberikan probiotik?
+

Probiotik baik untuk anak diare, akan tetapi biayanya besar sehingga belum dapat dimasukkan dalam obat program diare dan Zinc mempunyai efek yang sama dan sudah masuk dalam obat program (disediakan oleh pemerintah)

Apakah anak dengan Diare berdarah perlu diberikan zinc?
+

Ya, zinc tetap diberikan sesuai dosis, jika anak diare berdarah, anak ini juga memerlukan antibiotik.

Bagaimana bila anak meminum lebih dari satu tablet zinc?
+

Kelebihan satu atau dua tablet tidak akan membahayakan anak, jika anak mengkomsumsi terlalu banyak zinc, dia mungkin akan me¬muntahkannya sehingga zinc akan terbuang. Dianjurkan tempatkanlah zinc yang jauh dari jangkauan anak untuk mencegah hal tersebut. Bila dikomsumsi secara berlebihan zinc dapat mengganggu metabolisme tubuh dan bahkan akan mengurangi ketahanan tubuh.

Adakah efek samping Zinc?
+

Efek samping zinc sangat jarang dilaporkan, yang ada biasanya hanya berupa muntah

Apakah obat zinc dapat diberikan bersamaan dengan obat lain termasuk antibiotik?
+

Ya, Zinc dapat diberikan bersamaan dengan obat obat lain yang sesuai dengan resep dokter. Yang harus diperhatikan adalah jika diberikan bersamaan dengan Tablet Besi (Fe) dianjurkan memberikan zinc beberapa jam sebelumnya atau sesudahnya.

Apakah Oralit dan Zincaman dikomsumsi bersamaan?
+

Ya, Zinc aman dikomsumsi bersamaan dengan oralit, zinc hanya diberikan satu kali sehari sedang oralit diberikan tiap kali anak BAB.

Apakah obat zinc harus diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti?
+

Ya, Pemberian zinc harus diberikan selamalO hari karena sudah terbukti membantu memperbaiki mucosa usus yang rusak saat anak diare dan meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Apakah tablet zinc dapat dilarutkan dalam cairan oralit?
+

Pada prinsipnya obat zinc dapat dilarutkan dalam cairan oralit, yang dikhawatirkan jika oralit tidak diminum habis sehingga dosis zinc tidak akan cukup.

Apa yang dilakukan bila anak memuntahkan zinc setelah pemberian?
+

Bila setelah pemberian zinc (± 2 jam) anak muntah, berikan lagi tablet zinc dengan cara memberikan potongan lebih kecil dan berikan beberapa kali sampai satu dosis penuh

Berapa dosis dan bagaimana cara pemberiannya?
+

Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut, dengan dosis: • Anak umur < 6 bulan : 10 mg (1/2 tablet) i hari • Anak umur > 6 bulan : 20 mg (1 tablet) / hari Cara pemberian : Untuk yang bentuk tablet dilarutkan dalam 1 sendok makan air matang atau ASI, untuk anak yang lebih besar tablet zinc dapat dikunyah.

Zinc tersedia dalam bentuk sediaan apa?
+

Zinc yang di siapkan oleh pemerintah (Kementerian Kesehatan RI) dalam bentuk sediaan tablet dispersible, tetapi untuk yang beredar di pasaran juga tersedia dalam sediaan sirup, sirup kering, serbuk dalam sachet.

Bagaimana mekanisme kerja Zinc?
+

Zinc mempunyai kemampuan untuk meningkatkan sistim kekebalan tubuh, lebih dari 300 macam zinc dalam tubuh memerlukan zinc sebagai ko faktornya. Zinc juga menghambat enzim INOS dimana ekresi enzim ini meningkat selama diare dan mengakibatkan hipersekresi epitel usus. Zinc juga berperan dalam epitelisasi dinding usus yang mengalami kerusakan morphologis selama diare.

Apa manfaat zinc pada anak penderita diare ?
+

• Zinc bermanfaat untuk mengganti zinc yang hilang pada saat diare. Meninggkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah risiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh • Mempercepat durasi/lama diare • Mengurangi frekuensi dan mengurangi volume tinja. • Mengurangi kegagalan terapi.

Apa itu Zinc?
+

Zinc merupakan salah satu zat gizi mikro yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Pada saat anak diare tubuh anak akan kehilangan banyak zinc.

Dimana Oralit bisa didapatkan?
+

Di Apotek, Toko obat, Rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes, Posyandu/ Kader kesehatan serta tempat-tempat kesehatan lainnya.

Bagaimana cara memberikan Oralit?
+

• Anak umur <1 tahun diberikan 50-100 cc cairan oralit setiap kali BAB • Anak umur > 1 tahun, diberikan 100-200 cc cairan oralit setiap kali BAB

Bagaimana cara membuat cairan oralit?
+

a. Cuci tangan sebelum menyiapkan b. Siapkan 1 gelas (200 cc) air matang c. Gunting ujung pembungkus oralit d. Masukkan seluruh isi oralit ke dalam gelas yang berisi air tersebut. e. Aduk hingga bubuk oralit larut f. Siap untuk diminum.

Kapan Oralit perlu diberikan?
+

Segera bila anak diare sampai diare berhenti

Apa manfaat Oralit?
+

Oralit yang diberikan pada penderita diare bermanfaat untuk mengganti cairan tubuh yang hilang pada saat diare (mencegah dehidrasi), disamping itu oralit juga bermanfaat untuk: a. Mengurangi volume tinja hingga 25% b. Mengurangi mual muntah hingga 30% c. Mengurangi secara bermakna pemberian cairan intra vena

Apa itu Oralit?
+

Oralit merupakan campuran garam elektrolit seperti Natrium Chlorida (NaCI), Kalium Chlorida (KCI), Trisodium Citrat Hidrat serta Glucosa Anhidrat.

Apa itu lintas diare?
+

Lintas Diare adalah singkatan dari lima langkah tuntaskan diare, diberikan kepada setiap anak diare yang terdiri dari: • Oralit • Tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut • Teruskan ASI-makan • Antibiotik atas indikasi • Nasihat kepada ibu/keluarga

8. Bagaimana cara melakukan pencegahan diare?
+

• Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan teruskan sampai 2 tahun. • Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur anak. • Gunakan air bersih yang cukup, memberikan air minum yang sudah direbus sampai mendidih. • Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir terutama sebelum makan, sesudah buang air besar, sesudah menceboki anak, sebelum menyiapkan makanan dan sebelum menyusui. • Buang air besar dan tinja anak dijamban. • Berikan imunisasi campak.

7. Bagaimana cara mencegah dehidrasi sebelum anak dibawa ke petugas kesehatan?
+

Berikan segera oralit, bila oralit tidak tersedia berikan cairan rumah tangga misalnya, air tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, air matang, dll.

6. Bagaimana terapi pada anak diare?
+

• Diare Tanpa Dehidrasi— Rencana Terapi A • Diare Dehidrasi Ringan / Sedang — Rencana Terapi B • Diare Dehidrasi Berat — Rencana Terapi C

Pemeriksaan apa saja yang dilakukan terhadap anak diare?
+

Tanyakan riwayat penyakit, periksa tanda-tanda dehidrasi Tanya: • Berapa kali buang air besar dalam sehari? • Berapa lama anak diare? • Apakah tinjanya ada darah? • Apakah ada muntah? • Apakah ada gejala penyakit lain? Lihat: • Bagaimana keadaan umum anak (sadar atau tidak sadar) • Mata anak (Normal, cekung) • Periksa turgor, dilakukan dengan cubitan dinding perut ( Kembali segera, lambat atau sangat lambat)  Tentukan derajat dehidrasi, apakah tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan/ sedang, dehidrasi berat. Untuk menentukan derajat dehidrasi bisa menggunakan tabel dibawah ini. PENILAIAN DERAJAT DEHIDRASI Tanpa dehidrasi Dehidrasi Ringan/ Sedang Dehidrasi Berat Bila terdapat dua tanda atau lebih Keadaan Umum Baik / sadar Gelisah / rewel Lesu, lunglai/ tidak sadar Mata Tidak cekung Cekung Cekung Keinginan untuk minum Normal Ingin minum terus Malas minum Turgor Kembali segera Kembali lambat Kembali sangat lambat

Ada berapa macam derajat dehidrasi dalam diare?
+

Ada tiga derajat dehidrasi yaitu : • Tanpa dehidrasi • Dehidrasi ringan/sedang. • Dehidrasi berat

Apa saja jenis diare?
+

Ada 2 jenis yaitu : • Diare akut: diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. • Diare persisten atau diare kronis : diare yang berlangsung lebih dari 14 hari

Apa penyebab diare?
+

Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokan dalam 6 golongan besar yaitu: • Infeksi (bakteri,virus atau investasi parasit) • Malabsorpsi • Allergi • Keracunan • Immunodefisiensi • Dll, Penyebab paling banyak disebabkan oleh infeksi dan keracunan.

Apa yang dimaksud dengan diare?
+

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (pada umumnya 3 kali atau lebih) perhari dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 14 hari.

Apa Pengobatan untuk Orang yang Terinfeksi Penyakit Cacing Pita?
+

Obat yang digunakan adalah Praziquantel atau Niklosamide a) Praziquantel tab (sediaan 600 mg) Dosis: 10 mg/kg BB (dosis tunggal). Tidak dianjurkan untuk pengobatan menggunakan Praziquantel di daerah endemis T. Solium, kecuali dalam pengawasan dokter spesialis saraf dan fasyankes yang kompeten menangani kejadian efek samping pengobatan Praziquantel. b) Niklosamide tab (sediaan 500mg) Dosis untuk umur >6 tahun: 2000mg; 2-6 tahun: 1000mg; <2 tahun: 500mg, dikunyah disertai dengan banyak minum (dosis tunggal)

Bagaimana Pencegahan Penyakit Cacing Pita?
+

1. Penyuluhan kesehatan a) Memasak makanan yang mengandung daging sapi dan daging/hati babi sampai matang sempurna b) Buang air besar di toilet c) Hewan ternak (sapi/babi) dikandangkan d) Menghindari pakan sapi/babi tercemar oleh tinja manusia e) Mengkonsumsi sayur mentah yang sudah dicuci bersih f) Meminum air yang sudah dimasak g) Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar h) Kuku jari-jari tangan tidak panjang dan kotor i) Segera berobat bila menderita (carrier) cacing pita, agar tidak menjadi sumber penularan 2. Peningkatan pengetahuan anak SD (kelas 4 sampai dengan 6) tentang taeniasis/sistiserkosis dan cara pencegahannya dengan metode Snakes Ladders board game 3. Peningkatan ketersedian toilet dan air bersih (STBM) 4. Pengawasan makanan yang berisiko taeniasis oleh dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota 5. Peningkatan kerjasama dengan sektor peternakan: a) Pemeriksan kesehatan babi (tongue inspection/serologis) b) Pengawasan daging sapi dan daging/hati babi yang mengandung larva cacing pita (meat hygiene) c) Pemotongan hewan ternak di RPH d) Pengawasan lalu lintas hewan (sapi/babi) e) Pemberian kombinasi obat dan vaksinasi pada babi di daerah endemis T. solium

Bagaimana Faktor Risiko Penyakit Cacing Pita?
+

a. Kebiasaan buang air besar di sembarang tempat, sehingga telur Taenia mencemari lingkungan; b. Pemeliharaan ternak sapi dan babi yang tidak dikandangkan, sehingga memungkinkan ternak memakan telur atau proglottid cacing pita; c. Higiene dan sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, sehingga telur Taenia secara tidak sengaja termakan oleh manusia; d. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung daging sapi dan babi (T. saginata dan T. solium) dan organ dalam (viseral) babi, terutama hati (T. asiatica) yang tidak dimasak dengan matang; dan e. Auto infeksi (sistisekosis)

Dimana Area yang Berisiko Terjangkit Penyakit Cacing Pita?
+

1. Daerah endemis T. solium a. Provinsi Bali: Karangasem b. Provinsi Papua: Paniai, Nabire, Jayawijaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Biak Numfor, Deiyai, Intan jaya, Lanny Jaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Yalimo, Mimika c. Provinsi Papua Barat: Manokwari 2. Daerah endemis T. saginata Provinsi Bali: Kabupaten Gianyar 3. Daerah endemis T. asiatica Provinsi Sumatera Utara: Samosir dan Simalungun 4. Daerah rawan taeniasis/sistiserkosis, antara lain: a. Provinsi Nusa Tenggara Timur: Sumba dan Flores b. Provinsi Sulawesi Utara: Minahasa c. Provinsi Lampung: Lampung Tengah dan Way Kanan

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Cacing Pita?
+

Cara mendiagnosis Taeniasis dengan cara wawancara (menemukan proglottid didalam tinja atau secara spontan) dan dengan pemeriksaan mikroskopis untuk melihat telur cacing pita. Identifkasi spesies cacing dengan pemeriksaan multiplex PCR dan sequencing.

Bagaimana Taenia dapat Menginfeksi Hewan?
+

Penderita atau carrier taeniasis yang defekasi di sembarangan tempat, proglottid gravid keluar bersama tinja, mecemari lingkuangan sekitarnya. Di atas tanah, telur-telur keluar dari proglottid gravid dan mencemari rumput, tanaman, atau air. Sapi/babi termakan telur melalui rumput/makanan yang dimakan atau air yang diminumnya. Dalam usus sapi/babi, onkosfer (embrio dalam telur) keluar dari telur dan secara aktif menembus mukosa, kemudian masuk ke dalam peredaran darah sampai tersangkut dalam berbagai organ atau jaringan. Dalam jaringan, onkosfer berubah menjadi larva/sistiserkus sekitar 12 minggu.

Bagaimana Seseorang dapat Tertular Penyakit Cacing Pita?
+

Seseorang mendapat infeksi, apabila mengkonsumsi daging sapi yang mengandung larva T. saginata (cysticercus bovis) atau daging babi yang mengandung larva T. solium (cysticercus cellulosae) atau hati babi yang mengandung larva T. asiatica (cysticercus viceralis) yang masih mentah atau setengah matang. Karena pengaruh asam lambung dan enzim percernaan di usus halus, scolex keluar dari kista sistiserkus dan menempel pada mukosa usus dengan bantuan batil isap. Di usus halus, scolex tumbuh bertambah panjang sampai menjadi dewasa dalam waktu 12-16 minggu. Cacing ini dapat bertahan di rongga usus halus sampai 25 tahun atau lebih.

Berapa Lama Masa Inkubasi Penyakit Cacing Pita?
+

Masa inkubasi taeniasis agak susah diperkirakan karena lebih sering pasien tanpa gejala. Diperkirakan 6 bulan atau kurang dari waktu makan daging atau hati yang berisi sistiserkus, pasien akan mengeluarkan proglottid gravid. Angka Kematian Kasus (Case Fatality Rate/CFR) belum bisa diperoleh angka pasti disebabkan belum ada laporan dari RS yang mendiagnosis Sistiserkosis.

Bagaimana Gejala Penyakit Cacing Pita?
+

Bila ada gejala klinis taeniasis, biasanya ringan atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Keluhan terjadi terutama karena gangguan motilitas dan sekresi saluran pencernaan, sebagai reaksi adanya cacing dalam usus, yaitu Riwayat mengeluarkan potongan cacing (proglottid) Bersama tinja atau secara spontan, mual, gatal-gatal sekitar anus, sakit kepala, sakit perut, berat badan menurun, nyeri di ulu hati/nyeri perut, perasaan cemas, kurang nafsu makan, diare, nafsu makan meningkat, sembelit, rasa penuh di perut.

Apa itu Penyakit Cacing Pita?
+

Penyakit Cacing Pita merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing pita pada manusia, baik oleh larva cacing pita ataupun cacing pita dewasa. Penyakit yang disebabkan oleh cacing pita dewasa disebut dengan Taeniasis, sedangkan penyakit yang disebabkan oleh larva cacing pita disebut dengan Sistiserkosis.

bagaimana caranya adalah dengan melakukan PSN 3M Plus ?
+

1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan. 2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk. 3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut: • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk • Menggunakan obat anti nyamuk • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi • Gotong Royong membersihkan lingkungan • Periksa tempat-tempat penampungan air • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar • Menanam tanaman pengusir nyamuk

Apa itu Pemberantasan Saran Nyamuk (PSN) 3M plus?
+

Mengingat obat dan untuk mencegah virus Dengue hingga saat ini belum tersedia, maka cara utama yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan pengendalian vektor penular (Aedes aegypti). Pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan PSN 3M Plus.

Bagaimana Pencegahan Demam Berdarah Dengue?
+

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa vaksin bukanlah alat yang efektif untuk mengurangi demam berdarah di daerah-daerah penyakit ini sering mewabah. Pencegahan gigitan nyamuk dan pengendalian populasi nyamuk masih menjadi metode utama untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Bagaimana Pengobatan Demam Berdarah Dengue?
+

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Saat pulih, harus minum banyak cairan. Hubungi dokter juga segera jika memiliki tanda dan gejala dehidrasi berikut ini: • Berkurangnya buang air kecil. • Sedikit atau tidak ada air mata. • Mulut atau bibir kering. • Kelesuan atau kebingungan. • Ekstremitas dingin atau lembap;

Apa saja komplikasi Demam Berdarah Dengue?
+

Demam berdarah yang parah dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti perdarahan internal dan kerusakan organ. Tekanan darah juga bisa turun ke tingkat yang berbahaya hingga menyebabkan syok. Dalam beberapa kasus, demam berdarah yang parah juga bisa menyebabkan kematian.

Bagaiana mendiagnosis Demam Berdarah Dengue?
+

Mendiagnosis penyakit ini bisa sulit karena tanda dan gejalanya dapat dengan mudah dikacaukan dengan penyakit lain, seperti chikungunya, virus Zika, malaria, dan demam tifoid. Dokter kemungkinan akan bertanya tentang riwayat kesehatan dan perjalanan. Dokter juga akan mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium sebagai bukti infeksi salah satu virus dengue.

Apa Gejala Demam Berdarah Dengue?
+

demam (2-7 hari) manifestasi perdarahan penurunan trombosit Gejala tidak khas : nyeri kepala, nyeri otot & tulang, ruam kulit dan nyeri belakang bola mata

Apa Penyebab Demam Berdarah?
+

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dua nyamuk yang bisa menularkan virus ini adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini umum ditemukan baik di dalam maupun di sekitar pemukiman.

Apa itu Demam Berdarah Dengue?
+

Penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes Albopictus.

Apa syarat-syarat untuk eliminasi malaria ?
+

Slide Positive Rate (SPR) < 5% dalam tiga tahun berturut-turut Annual Parasite Incidence (API) < 1 per 1000 penduduk Tidak ada kasus malaria penularan setempat (indigenous) selama 3 tahun terakhir

Apa itu eliminasi malaria ?
+

Eliminasi malaria dalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu waktu wilayah geografis tertentu. Setelah eliminasi tercapai tetap ada resiko terjadinya kasus malaria impor, karena vektor malaria masih ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali malaria harus dilakukan secara intensif.

APA NAMA OBAT YANG BIASA DIGUNAKAN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MALARIA?
+

Minum Obat Doksiklin 100mg/hari, satu tablet sehari sebelum berangkat, Satu tablet sehari selama berada di daerah endemis sampai 4 minggu setelah kembali, dan tidak boleh diberikan kepada anak dibawah umur 8 tahun dan tidak boleh diberikan lebih dari 3(tiga) bulan.

Bagaimana Pencegahan Terhadap Malaria?
+

Meskipun berbahaya dan sering terjadi di negara tropis seperti Indonesia, mencegah malaria bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Beberapa hal ini dapat Anda lakukan agar Anda dan keluarga terlindung dari malaria:   Kurangi keluar Malam Apabila terpaksa keluar malam,Pakailah pakaian pelindung dan lotion anti nyamuk pada jam-jam tersebut. Mandi Pagi dan Sore dengan memakai sabun, Rutin menyemprot ruangan dengan obat nyamuk. Tidur memakai masuk kedalam Kelambu apabila ada didaerah Endemis Bila Anda akan bepergian ke tempat yang rawan malaria, seperti Indonesia Timur, Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan antibiotik yang dapat diminum sebelum berangkat sebagai langkah pencegahan.

Apakah Malaria Bisa di Cegah?
+

Seseorang yang terkena malaria dapat mengalami anemia. Pada kasus malaria berat dapat menyebabkan koma, gangguan multi organ serta menyebabkan kematian. Namun malaria dapat dicegah.

Bagaimana cara melakukan PE 1-2-5?
+

Dengan cara melakukan pengisian form PE secara lengkap dan detail termasuk asal penularan, kemudian dilakukan cross notifikasi ke daerah asal penularan

Apa itu Penyelidikan Epidemiologi 1-2-5 ?
+

Penyelidikan Epidemiologi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengenal penyebab, sifat-sifat penyebab, sumber dan cara penularan/penyebaran serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit. 1 itu hari ke -1 notifikasi kasus 2 itu hari ke 2 s/d 4 penyelidikan kasus 5 itu mulai hari ke 5 penyelidikan fokus dan respon

Dimana tempat pelaksanaan surveilans migrasi?
+

Surveilans migrasi malaria dilakukan oleh Puskesmas Bersama kader malaria di Desa, selain itu juga dilaksanakan di Kantor Kesehatan Pelabuhan yang ada di Pelabuhan laut maupun udara.

Apa saja kegiatan yang termasuk dalam kegiatan surveilan migrasi ?
+

Identifikasi daerah malaria dan penduduk yang bermigrasi Penemuan penderita dan pengobatan malaria Koordinasi pelaksanaan surveilans migrasi malaria antar Dinas Kesehatan & KKP Koordinasi pelaksanaan surveilans migrasi malaria dilingkungan Kemhan, TNI, POLRI Notifikasi Dukungan logistik malaria Peningkatan kapasitas malaria

Apa tujuan surveilans migrasi?
+

Mencegah terjadinya penularan setempat malaria (indigenous) terutama yang berasal dari kasus impor Menemukan penderita malaria secara dini yang datang dari daerah endemis malaria Memberikan pengobatan pada penderita malaria sesuai standard Meningkatkan jejaring kemitraan dengan berbagai program/sektor terkait termasuk masyarakat Memantau pola musiman migrasi penduduk di wilayah reseptif

Apa itu Survelains Migrasi?
+

Surveilans Migrasi adalah pengamatan yang terus menerus terhadap penduduk dengan riwayat perjalanan atau sedang melakukan perjalanan baik yang bersifat sementara atau menetap dari daerah endemis malaria melewati batas administratif wilayah. dengan melakukan kegiatan meliputi penemuan, pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah, pengobatan, penyuluhan, cross notification, monitoring, evaluasi serta pencatatan dan pelaporan

Dimana Tempat Perindukan Nyamuk?
+

Tempat perindukan vektor merupakan tempat yang digunakan oleh nyamuk Anopheles berkembangbiak untuk memulai proses siklus hidupnya hingga menjadi nyamuk dewasa. Perkembangbiakan nyamuk selalu menggunakan media genangan air tawar, lagun, kolam yang ditumbuhi tanaman air atau yang tidak bertanam, persawahan, muara sungai, yang alirannya tidak deras atau kolam kecil berisi air hujan dan Tempat perindukan bersifat permanen jika selalu digenangi oleh air setiap saat dan bersifat temporer jika tempat perindukan tersebut tidak selalu digenangi oleh air

Apa Jentik dan Nyamuk Malaria ?
+

Parasit yang bernama plasmodium adalah sumber penyakit malaria yang di sebarkan nyamuk melalui gigitan dari nyamuk anopheles betina yang terinfeksi. Jenis jenis plasmodium pembawa vektor nyamuk ialah Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae adapun ciri ciri nyamuk anopheles adalah menggigit pada malam hari, baik di dalam atau di luar rumah. Sewaktu hinggap dan menggigit posisi tubuh nyamuk menungging. berikut jenis jenis nyamuk pembawa malaria di daerah pantai ialah sundaicus, subpictus, dan farauiti. Jenis nyamuk yang menyebarkan di daerah pegunungan ialah Maculatus dan Aconitus.

Apa kelebihan dan kekurangan pemeriksaan dengan RDT?
+

Kelebihan pemeriksaan dengan RDT yaitu hasil cepat, mudah diinterpretasikan, dan tidak memerlukan alat khusus (mikroskop) serta tidak memerlukan tenaga mikroskopis khusus. Sementara kekurangannya antara lain tidak dapat menilai jumlah parasit.

Bagaimana proses dalam pemeriksaan RDT?
+

Sampel darah yang diperoleh dari tusukan ujung jari lalu darah diteteskan pada kotak sampel yang terdapat pada alat dipstick.

Di mana pemeriksaan RDT dapat dilakukan?
+

Pemeriksaan RDT dapat dilakukan di Puskesmas/Fasyankes. Tes RDT biasanya digunakan pada kondisi kegawatdaruratan (emergensi), Kejadian Luar Biasa (KLB), dan Fasyankes dengan keterbatasan pemeriksaan mikroskopis. RDT dapat juga dilakukan di Rumah Sakit

Apakah yang dimaksud pemeriksaan RDT ? Berapa lama pemeriksaan RDT dilakukan?
+

Tes RDT merupakan salah satu cara diagnosis malaria yang dilakukan dengan mendeteksi antigen parasit malaria menggunakan metode imunokromatograf. Alat yang digunakan dalam bentuk ”dipstick” dan strip. Hasil pemeriksaan dengan RDT akan keluar dalam waktu 15 menit.

Apa saja yang dapat ditentukan dari pemeriksaan mikroskopis?
+

Positif/negative malaria (ada tidaknya parasite) Jenis parasite plasmodium Jumlah parasite

Apa saja yang dapat ditentukan dari pemeriksaan mikroskopis?
+

Positif/negative malaria (ada tidaknya parasite) Jenis parasite plasmodium Jumlah parasite

Berapa lama waktu yang diperlukan dalam pemeriksaan laboratorium malaria?
+

Pemeriksaan mikroskopis memerlukan waktu antara 20-60 menit

Apa itu pemeriksaan Mikroskopis? Di manakah pemeriksaan mikroskopis dilakukan? Alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan?
+

Pemeriksaan mikroskopis adalah diagnosis dengan memeriksakan sediaan darah (SD) tebal dan tipis. Pemeriksaan dengan mikroskop membutuhkan keterampilan petugas mikroskopis dalam memeriksa SD malaria. Dapat dilakukan di Puskesmas/Rumah Sakit/Laboratorium. Alat yang dibutuhkan adalah miksroskop. Bahan utama yang dibutuhkan dalam pemeriksaan mikroskopis yaitu slide dan sediaan darah tebal dan tipis. Pembuatan sediaan darah diperoleh dari darah yang didapat di ujung jari.

Bagaimana cara mendeteksi/mendiagnosis penyakit malaria?
+

Diagnosis malaria dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium dengan mikroskop dan uji diagnostic cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT)

Bagaimana Cara Mendapatkan obat malaria?
+

Apabila merasakan Gejala Malaria seperti diatas, dapat mengunjungi Puskesmas terdekat untuk konfirmasi diagnosa. Jika benar terdiagnosa malaria, pasien akan mendapatkan obat di puskesmas tersebut. Selain Puskesmas tersedia juga di Rumah sakit Daerah terdekat secara Gratis

Apa saja Jenis Obat malaria?
+

Obat Anti Malaria (OAM) kombinasi yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT) dan Primaquine. ACT yang digunakan oleh program saat ini adalah DHP (kombinasi Dihidroartemisinin dan piperakuin dalam satu dosis) namun apabila sudah termasuk ke kategori malaria berat, digunakan Artesunat Injeksi

Apa Saja Diagnosis Malaria?
+

Anamnesis Keluhan mirip gejala, Riwayat malaria, Riwayat minum obat malaria, Riwayat tinggal di daerah endemis malaria, Riwayat berkunjung ke daerah endemis malaria Pemeriksaan Fisik Suhu tubuh lebih tinggi dari 37.5 derajat celcius, Ada tanda-tanda Anemia Pemeriksaan Laboratorium Mikroskopik maupun RDT

Kapan Dilakukan Pemeriksaan Malaria?
+

Mengingat Gejala Malaria mirip dengan penyakit lainnya, perlu diketahui apakah pasien tinggal di daerah endemis malaria, apabila iya, apakah ada Riwayat digigit nyamuk pada malam hari karena nyamuk malaria hanya menggigit pada malam hari. Jika ya, silahkan menghubungi Mantri/bidan/puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan malaria (Baik RDT/Mikroskopis)

Apa Saja Gejala Malaria?
+

Demam, menggigil berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal–pegal (gejala lokal spesifik)

Apakah malaria berbahaya ?
+

Anemia, yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita malaria karena sel-sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium. Malaria pada Ibu hamil dapat menyebabkan : Prematur Bayi lahir mati Bayi lahir dengan berat badan rendah Ibu hamil dapat meninggal   Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun : Mudah terkena infeksi penyakit lain Daya kerja menurun Selain itu juga mempengaruhi tingkat kecerdasan karena pertumbuhan otak terganggu   Manifestasi Malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian

Apa Saja Jenis Malaria ?
+

MALARIA FALCIPARUM Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Jenis malaria ini sering berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang menyebabkan kematian MALARIA VIVAKS Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Malaria vivax dapat menyebabkan anemia kronik serta bertahan hidup di dalam hati dan juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi. MALARIA OVALE Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis bersifat ringan MALARIA MALARIAE Disebabkan oleh Plasmodium malariae MALARIA KNOWLESI Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi yang berasal dari monyet ekor panjang, ditularkan melalui gigitan nyamuk. Malaria knowlesi juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang mengakibatikan kematian.

Apa itu penyakit Malaria ?
+

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles) betina. Malaria dapat menyerang semua umur.

Bagaimana cara mencegah hewan peliharaan kita agar tidak terinfeksi rabies?
+

• Pelihara hewan dengan baik dengan memberikan pakan yang cukup serta menjaga kebersihan tubuh hewan dan kandangnya. Hal tersebut untuk menjaga kesehatan hewan sehingga tidak mudah sakit. • Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing jangan dibiarkan berkeliaran di luar rumah, hal tersebut untuk mencegah tertular rabies dari hewan liar. • Jika dibawa keluar rumah maka wajib dilengkapi dengan tali pengaman agar tidak melarikan diri dan membahayakan orang lain. • Berikan Vaksinasi Anti Rabies pada hewan peliharaan kita secara berkala/rutin, hal ini sangat penting agar hewan memiliki kekebalan terhadap virus rabies.

Bagaimana gejala-gejala rabies pada manusia?
+

• Tanda dan gejala rabies akan muncul setelah virus mencapai susunan saraf pusat (otak). Ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan berjalan mencapai saraf tepi lalu berjalan melalui system saraf menuju otak. Setelah mencapai otak virus akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh otak dan menyebar ke seluruh organ tubuh kemudian akan menimbulkan berbagai tanda dan gejala rabies. • Pada awalnya gejala yang timbul adalah rasa sakit dan kesemutan di sekitar bekas luka gigitan. Penderita juga akan mengalami demam, lemas, sakit kepala hebat, gelisah, bingung dan gangguan cemas. • Pada tahap lanjut akan timbul berbagai rasa takut (fobia) seperti a. Takut air (hidrofobia) b. Takut cahaya (fotofobia) c. Takut hembusan angina (aerofobia) d. Produksi air liur berlebihan Diantara semua gejala tersebut yang sangat khas untuk rabies adalah takut air (hidrofobia), gejala ini sangat khas yang tidak ditemukan pada infeksi otak lainnya.

Berapa lama gejala klinis rabies akan timbul pada manusia sejak digigit hewan terinfeksi apabila tidak ditangani dengan baik dan benar?
+

Biasanya gejala klinis pada manusia akan timbul rata-rata setelah 3 – 8 minggu sejak orang tersebut terpajan oleh hewan terinfeksi rabies. Bahkan ada yang mencapai 2 tahun. Masa inkubasi penyakit ini cukup lama karena perjalanan virus ini melalui system saraf dan baru akan menimbulkan gejala setelah virus ini mencapai susunan saraf pusat (otak).

Apa yang tidak boleh dilakukan bila digigit oleh hewan?
+

• Memberikan bahan-bahan yang dapat mengiritasi luka gigitan seperti cabe, getah tumbuhan, jus buah, bahan kimia yang bersifat asam atau basa. • Menyikat luka gigitan karena dapat menimbulkan luka baru yang dapat menyebabkan virus tambah masuk ke dalam jaringan otot.

Apa yang harus dilakukan bila digigit hewan ?
+

• Apabila kita terkena gigitan oleh hewan baik hewan peliharaan atau hewan liar maka cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau deterjen dan air mengalir selama minimal 15 menit lalu berikan antiseptik. • Segera berobat ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk dilakukan kembali pencucian luka dan tatalaksana lebih lanjut sesuai SOP. • Kandangkan hewan apabila hewan penggigit merupakan hewan peliharaan kemudian lapor ke dinas yang menangani kesehatan hewan untuk melakukan pengamatan terhadap hewan penggigit selama 14 hari.

Bagaimana ciri-ciri anjing yang terinfeksi rabies ?
+

Anjing yang terinfeksi rabies akan menunjukkan perubahan perilaku diantarnya adalah : • Menggigit tanpa provokasi • Makan tidak normal seperti memakan kayu, batu, paku, dll. • Berlari tanpa tujuan • Perubahan suara seperti serak saat menggonggong, menggeram atau tidak dapat mengeluarkan suara. • Hipersalivasi (air liur berlebihan) atau berbusa

Hewan apa saja yang dapat menularkan rabies pada manusia?
+

Semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi rabies seperti anjing, kucing, kelelawar penghisap darah, rubah, serigala, monyet dan hewan karnivora lainnya. Namun penularan rabies ke manusia, 99% dari seluruh kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan anjing. Sedangkan di Indonesia kasus rabies pada manusia ditularkan melalui gigitan anjing (98%) dan melalui gigitan kucing dan monyet (2%).

Bagaimana cara penularan Rabies?
+

Rabies ditularkan melalui saliva (air liur) hewan yang terinfeksi rabies biasanya masuk melalui gigitan, selain itu bisa melalui jilatan hewan terinfeksi pada kulit yang terbuka atau mukosa (selaput lendir).

Apa itu rabies?
+

• Rabies dikenal di masyarakat kita sebagai penyakit Anjing Gila. • Rabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, yang menyebabkan radang pada susunan saraf pusat dan mengakibatkan kematian. • Penyakit rabies dapat menyerang semua hewan berdarah panas termasuk manusia. • Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan rabies sehingga Case Fatality Rate (CFR) mencapai 100%, namun penyakit ini dapat dicegah melalui penanganan kasus paparan hewan penular rabies (HPR) sedini mungkin.

Bagaimana Upaya pencegahan terhadap penyakit Leptospirosis?
+

Upaya pencegahan sebagai berikut : a. Melaksanakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dengan kebersihan individu dan sanitasi lingkungan antara lain mencuci kaki, tangan dan bagian tubuh lainnyasetelahbekerja di sawah ataudilingkungan yang tercemardengan urine tikus/hewan, dengansabun. b. Pekerjaataupetani, yang berisikotinggi memakai sepatu boot dan sarungtangan. c. Pemeliharaanhewan yang baikuntukmenghindari urine hewan-hewantersebut kontakdenganlingkunganmasyarakat. d. Sanitasi /kebersihan lingkungan dengan membersihkan tempat-tempat sarang tikus. e. Vaksinasi terhadap hewan peliharaan dan hewan ternak. f. Pemberantasan binatang pengerat/rodent bila kondisi memungkinkan g. Pembersihan tempat penyimpanan air dan kolam renang.

Bagaimana Pengobatan leptospirosis?
+

Pengobatan dengan memberikan antibiotika yang sesuai baik secara oral maupun suntikan. Antibiotika masih efektif untuk pengobatan leptospirosis a. Doksisiklin Dosis : 2x100 mg selama7 (tujuh) hari kecuali pada anak, ibu hamil, atau bila ada kontraindikasi Doksisiklin. b. Antibiotika Alternatif (bila tidak dapat diberikan doksisiklin): Amoksisilin dengan dosis 3 x 500 mg/hari pada orang dewasa atau 10-20mg/kg BB per 8 jam pada anak selama 7 hari. Bila alergi Amoksisilin dapat diberikan Makrolid Sampai saat ini belum ada kebijakan dari Kementerian Kesehatan perihal tata cara profilaksis, mengingat Leptospirosis apabila cepat dalam diagnose relative mudah disembuhkan dengan antibiotik

Bagaimana Definisi Kasus Leptospirosis?
+

1. Kasus Suspek Yaitu kasus leptospirosis memiliki gejala demam akut dengan atau tanpa sakit kepala disertai nyeri otot Nyeri otot; Lemah (malaise) dengan atau tanpa conjungtival suffusion (mata merah tanpa eksudat) dan ada riwayat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi leptospira. 2. Kasus Probable Ada 2 jenis probable : - Tanpa fasilitas laboratorium Adalah kasus suspek disertai minimal 2 gejala yang menyertai seperti : nyeri betis, batuk dengan/tanpa batuk darah, sesak nafas, ikhterus, perdarahan (epistaxis, hematemesis ), iritasi meningeal, anuria-oliguria dan/atau proteinuria dan aritmiajantung. - Denganlaboratorium Adalah kasus suspek dengan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Tes (RDT) IgM Positif - Dengan laboratorium Adalah kasus suspek dengan /atau memiliki minimal 3 dari laboratorium yaitu 1. proteinuria, hematuria, 2. Leukositosis dengan relative neutrofilia (>80%), limfopenia 3. Trombositopenia ( < 100.000 sel/mm) 4. Bilirubin > 2mg, peningkatan SGPT/SGOT, peningkatan amilase atau CPK 3. Kasus Konfirmasi Adalah kasus suspek dan probable yang disertai salah satu pemeriksaan antara lain; PCR positif, serokonvalesen MAT dari negative menjadi positif atau adanya kenaikan titer 4 x dari pemeriksaan awal , titer MAT > 320 atau >400 pada satu sampel.

Gejala Klinis Penderita Leptospirosis?
+

Leptospirosis ada 2 macam tipe yaitu ; Leptospirosis ringan yaitu leptospirosis yang hanya dengan gejala demam, sakit kepala dan nyeri otot. Leptospirosis berat yaitu ditandai dengan weils sindrom (kerusakan organ) yang ditandai dengan gejala icterus(kuning), disfungsi ginjal, nekrosis hati, disfungsi paru dan pendarahan.

Kelompok Rentan/Berisiko Tertular Leptospirosis
+

Yang rentan/berisiko tertular Leptospirosis adalah orang-orang yang karena pekerjaannya mempunyai kontak dengan factor risiko sumber penularan tikus/hewan. Kelompok pekerjaan utama yang berisiko yaitu petani atau pekerja perkebunan, peternak, petugas pembersih saluran air, pekerja pemotongan hewan, pengolah daging dll. Kelompok lain yang memiliki risiko tinggi terinfeksi leptospirosis yaitu pasca bencana alam seperti banjir.

BagaimanaCara penularannya?
+

Manusia dapat terjangkit/terinfeksi Leptospirosis karena kontak dengan urine tikus/hewan lain mengandung bakteri Leptospira dan masuk melalui kulit yang luka/lecet atau selaput lendir/mukosa. Penularan bias terjadi melalui kontak dengan genangan air, sungai, danau, selokan saluran air dan lumpur yang tercemar urine tikus/hewan. Pada saat banjir, leptospirosis cepat menyebar karena tikus keluar dari tempat persembunyiannya dan urine/kencing tikus atau hewan lain yang mengandung bakteri Leptospirosis menyebar melalui air banjir tersebut. Masa inkubasi 2 – 30 hari. Biasanya rata-rata 7 – 10 hari.

Etiologi Leptospirosis?
+

Leptospirosis disebarkan oleh hewan penular utama ( tikus) yang melepaskan bakteri leptospira melalui urine/kencingnya ke lingkungan seperti saat banjir, selokan dan sawah yang masuk ke manusia dengan kontak langsung dengan urine/kencing apabila tidak menggunakan alas kaki. Hewan lain yang menularkan leptospirosis seperti sapi, kambing, sapi dan babi

Apa itu Leptospirosis?
+

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral dari genus Leptospira yang pathogen, yang menyerang hewan dan manusia

Pertanyaan Anda

Pertanyaan & Jawaban
Kontak Kami
Telp: +62 21 4247608
Fax: +62 21 4247807
Email: ditp2pm@kemkes.go.id
Media Sosial

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 4 - 9, RT.9/RW.4, Kuningan, Kuningan Tim., Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950